Connect with us

Laporannya Kandas di Bawaslu, Sulaisi: Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat

Sulaisi, Kuasa Hukum Paslon-02 (dok.galaksi.id)

Politik

Laporannya Kandas di Bawaslu, Sulaisi: Tanda-tanda Kiamat Sudah Dekat

galaksi.id (Sumenep-Jawa Timur)— Keputusan Bawaslu yang menyatakan laporan Paslon-02 tidak cukup bukti tadi malam, ditanggapi Sulaisi. Menurut Sulaisi, Keputusan Bawaslu bersama-sama dengan Tim Gakkumdu tersebut mengandung cacat hukum.

Hal itu, kata Sulaisi, karena dalam keputusannya tersebut tidak mencantumkan pertimbangan hukumnya, mengakibatkan pihaknya tidak mengerti apa alasan yang mendasari keputusan Gakkumdu tersebut.

Kendati demikian, kata Sulaisi, pihaknya tidak akan kendor sedikitpun untuk terus berjuang membela kebenaran. Pihaknya akan melakukan upaya hukum Banding terhadap keputusan Bawaslu tersebut.

Selain itu, kata Sulaisi, masih terdapat laporan lain di Bawaslu terkait dengan Camat Rubaru. Yaitu Camat yang dengan menggunakan fasilitas jabatannya tersebut, mengarahkan Kepala Desa dan Perangkat Desa, untuk menggalang dukungan ke Paslon-01.

“Kasus Camat Rubaru, akan kita kawal betul. Kalau Bawaslu masih bilang tak cukup bukti juga, ini benar-benar kiamat sudah dekat”, tandas Sulaisi melalui Sambungan telponnya.

Pasalnya, menurut Sulaisi, bukti pelanggaran Camat Rubaru itu sudah jelas terekam dalam suatu rekaman video. Katanya-katanya jelas, yang hadir juga jelas, dan tempatnya juga jelas.

“Tidak ada alasan bagi Bawaslu untuk bilang camat Rubaru ini tidak cukup bukti pelanggarannya”. Tandas Sulaisi meradang (23/12).

Sementara itu, aktivis Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) Madura, Rr. Azizah Ayu Winata., S.H., MH., mengatakan keputusan Bawaslu memang sudah lama ditebak akan demikian. Pasalnya, banyak rangkaian kegiatan ASN dan Kepala Desa yang terlibat dukung-mendukung Paslon, diabaikan oleh Bawaslu.

Menurut Ayu, panggilan akrabnya, keadaan yang demikian sudah dipahami bahwa Bawaslu sesungguhnya tidak bersikap tidak netral. Hal ini, kata Ayu, diperparah lagi dengan lemahnya kontrol masyarakat, termasuk Paslon-02 sendiri.

“Sepertinya, yang garang itu hanya Pengacaranya saja. Paslon-02 dan Timsesnya seolah-olah telah loyo alias letoi”. Tegas Ayu dengan suara penasaran kepada awak media ini melalui sambungan selulernya. (Zan).

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik

To Top