Connect with us

Gelar Workshop, Ubhara Jaya ingin Tingkatkan Kualitas Calon Reviewer Penelitian dan Pengabdian

Budaya

Gelar Workshop, Ubhara Jaya ingin Tingkatkan Kualitas Calon Reviewer Penelitian dan Pengabdian

JAKARTA (galaksi.id)— Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar kegiatan Workshop Reviewer Internal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi zoom.

Rektor Ubhara Jaya, Bambang Karsono mengatakan, acara tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Reviewer dalam menilai penelitian dan pengabdian yang dilakukan oleh dosen di lingkungan kampus yang ia pimpin.

“Standar pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) secara umum terdapat delapan standar, salah satunya adalah tentang standar penilaian,” terang Bambang saat memberikan sambutan pada acara itu.

Menurut Bambang, penilaian difokuskan kepada proses dan hasil penelitian. Dan standar yang dimaksud, sambungnya, diterapkan sebagai upaya menjamin tercapainya pelaksanaan penelitian dan abdimas yang bermutu.

“Jaminan terhadap mutu dapat dilihat yaitu adanya kesesuaian antara isi, proses pelaksanaan, hasil yang didapatkan, dan capaian luarannya. Agar dapat memperoleh mutu yang baik, maka dibutuhkan tim penilai, yang dikenal dengan sebutan reviewer,” ujar purnawirawan berpangkat Jenderal bintang dua itu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPPMP Ubhara Jaya, Djuni Thamrin, menyampaikan bahwa acara yang diikuti 55 dosen Ubhara Jaya itu bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para dosen yang mempunyai kualifikasi untuk menjadi reviewer.

“LPPMP sebagai unit yang menggawangi penelitian dan pengabdian dosen merasa bertanggung jawab untuk terus melakukan upaya peningkatan kualistas Reviewer, salah satunya dengan workshop ini,” tegas Djuni.

Ia pun berharap, dengan diselenggarakannnya worshop, para reviewer dapat memperhatikan ketentuan yang harus dilakukan.

“Dengan acara ini, kami juga dalam rangka menfasilitasi para dosen yang mempunyai syarat menjadi reviewer, selanjutnya nanti secara teknis masing-masing fakultas yang akan menjalankannya,” pungkas Djuni. (Ranza).

Risalah Kebenaran

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Budaya

To Top