Connect with us

Kesaksian Muhammad Aziz Wellang Tentang Kejahatan Sindikat Mafia Tanah: “Meski Korban Bisa Menang Tapi Harus Berdarah-darah,,,!!!”

Foto: Muhammad Aziz Wellang dan Istrinya (Korban Kejahatan Mafia Tanah)

Hukum

Kesaksian Muhammad Aziz Wellang Tentang Kejahatan Sindikat Mafia Tanah: “Meski Korban Bisa Menang Tapi Harus Berdarah-darah,,,!!!”

JAKARTA (galaksi.id)— Beberapa waktu lalu kepolisian gencar sosialisasi mengenai perhatiannya terhadap kejahatan mafia tanah yang marak terjadi di Indonesia, terutama di ibu kota Jakarta. Polisi mengaku akan bertindak tegas tehadap pelaku mafia tanah, termasuk kalau ada keterlibatan Pegawai Pertanahan.

Bahkan, polisi membuat kebijakan khusus untuk menerima pengaduan masyarakat, baik dengan cara datang langsung maupun dengan menghubungi nomor telpon yang telah disediakan oleh kepolisian.

Menanggapi isu gencarnya program kepolisian tersebut, salah seorang warga, Muhammad Aziz Wellang, warga asal Provinsi Sulawesi yang telah menetap di Jakarta ini, yang juga merupakan salah satu pengusaha Indonesia, mengaku apatis dan hanya tersenyum kecut.

Pasalnya, menurut Aziz Wellang, program kepolisian dalam pemberantasan mafia tanah tersebut hanya pemanis bibir kalau tidak diikuti dengan adanya pengawasan dan penindakan yang tegas terhadap anggota Polri sendiri yang terlibat dalam sindikat kejahatan mafia tanah.

Menurut Aziz Wellang kesungguhan untuk memberantas Mafia Tanah tidak cukup kalau hanya dipropaganda polri melalui media saja, apalagi kalau yang dipertontonkan dan yang sedang ditindak tegas tersebut hanya pelaku kelas teri. Tidak menyentuh kelas kakap. Termasuk terhadap anggota Polri yang terlibat dalam kejahatan mafia tanah.

Aziz Wellang menengarai ada keterlibatan anggota polri, jaksa bahkan hakim yang ikut memperkuat sindikat kejahatan pelaku mafia tanah dalam menjalankan operasi kejahatannya.

Hal itu dikatakan Aziz karena pihaknya mengalami sendiri betapa sengsaranya menghadapi penjahat mafia tanah selama puluhan tahun hanya untuk mempertahankan hak atas tanahnya sendiri yang tidak pernah merasa dijual akan tetapi dapat beralih secara curang kepada Mafia tersebut.

Lebih lanjut Aziz Wellang menuturkan bahwa meskipun pihaknya dapa menang melawan mafia tanah, akan tetapi jalannya sangat panjang, berliku, dan berkeringat darah. Bahkan Aziz Wellang mengaku kalau hingga saat ini masih terdapat salah satu perkaranya melawan mafia tanah yang masih akan berlangsung.

Baca juga  Pelarangan FPI, YLBH-Madura: Cacat Prosedur dan Substansi

“Puluhan tahun saya bergumul dengan aksi-aksi Mafia Tanah. Meski pada akhirnya saya menang tapi saya juga berdarah-darah,” ujar Aziz kepada awak media ini melalui sambungan telpon (31/03).

Muhammad Aziz Wellang membayangkan kalau perkara melawan mafia tanah tersebut menimpa orang-orang yang tidak mampu, baik secara pengetahuan maupun materi, pihaknya mengaku tidak sanggup membayangkan bagaimana hebatnya kesengsaraan yang akan menimpa kepada korban.

Menurut Aziz Wellang, warga yang tidak mampu melawan Mafia Tanah akibatnya tidak saja warga tersebut akan kehilangan tanahnya melainkan juga bisa dipenjara.

“Betapa sengsaranya korban yang seperti itu ya. Istri atau suami dan anak-anaknya bagaimana?, ” terang Aziz Wellang membayangkan akibat yang akan terjadi kepada warga yang tidak mampu melawan mafia tanah.

Lebih lanjut Aziz Wellang menggambarkan bagaimana keterlibatan polisi dalam permainan sindikat mafia tanah. Menurut Aziz, Polisi dapat memiliki peranan besar dalam memudahkan aksi-aksi mafia tanah. Antara lain menakut-nakuti korban kalau tidak menyerahkan tanahnya kepada Sang Mafia.

Oleh karena itu Aziz Wellang berharap agar Kapolri mengarahkan perhatiannya kepada anggotanya yang sedang menangani kasus tanah jangan sampai justru memperkuat mafia tanah, apalagi menakut-nakuti korban.

Ditanya mengenai detail perkaranya melawan mafia tanah, Aziz Wellang tidak hafal karena terlalu banyak dan berjanji akan memberikan kisahnya kepada awak media ini dalam waktu secepatnya.

“Besok aja ya. Besok saya berikan data lengkapnya,” Ujar Aziz mengakhiri pembicaraannya. (Red).

Risalah Kebenaran

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Hukum

To Top