Connect with us

Ingin Menjadi Kampus Yang Merdeka Secara Finansial, ITS Jalin Kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui Pengembangan Dana Abadi

Foto: Ketua Badan Pelaksana BWI, Prof. Dr. Ir. Muhammad NUH, DEA, (kiri) dan Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari M.Eng (kanan) menunjukkan MoU dan PKS yang telah ditandatangani

Pendidikan

Ingin Menjadi Kampus Yang Merdeka Secara Finansial, ITS Jalin Kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) melalui Pengembangan Dana Abadi

SURABAYA (galaksi.id)– Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjalin kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mengembangkan pengelolaan Dana Abadi ITS (ITS Endowment Fund), dan sudah dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak.

Selain itu, kerjasama tersebut sekaligus telah dikuatkan dengan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dimana pihak BWI diwakili oleh Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA selaku Ketua Badan Pelaksana BWI Periode 2021-2024, sedangkan pihak ITS diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Rektorat ITS, Senin (31/5).

Perjanjian Kerjasama ini dilakukan untuk tujuan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan aset wakaf di ITS. Suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mendukung Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU).

Diterangkan Ashari, Dana Abadi ITS saat ini adalah sebesar Rp. 6,3 milyar rupiah, merupakan angka yang menurutnya masih terlalu kecil. Kendati demikian, Ashari berkomitmen untuk menambah dana sebesar 20 milyar setiap tahun ke Dana Abadi ITS.

“Dana Abadi ITS sudah berkembang luar biasa, namun untuk nominal 6,3 milyar, dana ini masih terbilang kecil,” tutur Ashari.

“Sebelumnya, kita juga sudah resmikan penyerahan 2 milyar ke dana abadi ITS kemarin dengan akad sebagai wakaf bagi seluruh dosen, tendik, semua civitas akademika yang menggerakkan ITS ini. Apalagi 20 milyar setiap tahun nanti akan ditambahkan ke Dana Abadi ITS,” terang alumnus Teknik Elektro, E-24 tersebut yang disampaikan melalui rilis yang diterima redaksi pada hari ini, Selasa,01/06/2021.

Sementara itu, Pihak BWI berencana menginvestasikan wakaf uang yang bersumber dari Dana Abadi ITS tersebut dalam instrument investasi sukuk, yakni Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Seri SWR002, merupakan produk investasi Sukuk Negara yang disediakan sebagai alternatif investasi bagi Nazhir dalam mengelola wakaf uang dana dana sosial lainnya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan yang.

Baca juga  Gaduh Paripurna DPRD Kab. Sumenep, BK Akui Sudah Lakukan Tindakan Evaluasi

Bagi hasil yang disepakati kedua belah pihak adalah sebesar 95 persen untuk ITS, dan 5 persen untuk Nazhir BWI, setelah dikurangi biaya operasional. Perjanjian Kerjasama ini berlaku selama 4 tahun, terhitung sejak Mei 2021 hingga Mei 2025.

M.Nuh menyampaikan rasa penghargaan kepada ITS karena menurutnya energi dan uang yang dikeluarkan untuk wakaf atau dana abadi ini sifatnya sama, sehingga ia menyayangkan jika hanya ditujukan untuk urusan dunia.

“Jangan hanya diniatkan untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Kalau nanti kita meninggal dan punya passive income, dan insyaAllah akan lebih enjoy bertemu di akhirat,” ujarnya M.Nuh dalam rilis yang disampaikan oleh ITS kepada awak media ini.

Keputusan yang dilakukan ITS, lanjut M Nuh, sangat strategis dan merupakan sedekah terbaik. “Sedekah terbaik adalah kebijakan. Kebijakan dibuat oleh orang-orang yang mempunyai otoritas dan orang-orang yang mendukungnya,” pungkas Menteri Pendidikan periode 2009-2014 tersebut.

Pada kesempatan lain, Machsus selaku Pengelola Dana Abadi ITS, menambahkan mengenai pentingnya Dana Abadi ITS dalam mendukung pembiayaan perguruan tinggi, terutama karena telah berstatus sebagai PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum).

Menurut Machsus, PTNBH saat ini dituntut untuk memiliki kemandirian finansial, salah satunya karena alokasi anggaran semakin berkurang, baik terhadap sumber daya dosen maupun tenaga kependidikan yang berstatus sebagai ASN (Aparat Sipil Negara) sehingga pembiayaan SDM harus ditanggung sendiri oleh masing-masing PTNBH, termasuk ITS. Singkatnya, ITS harus bertekad menjadi perguruan tinggi atau kampus merdeka finansial.

Oleh karena itu, setiap PTNBH harus mencari sumber pembiayaan baru untuk menopang kebutuhan biaya operasionalnya. Hasil investasi Dana Abadi ITS merupakan salah satu sumber potensial untuk pembiayaan operasional (operating revenues) penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana model pembiayaan pendidikan perguruan tinggi kelas dunia (world class university), seperti Harvard University.

Baca juga  Gubernur Jawa Timur Bangga Surabaya menjadi tuan rumah kongres HMI ke-31, Sugiharto: Saya Yakin HMI Akan Membawa Solusi Bagi Permasalahan Besar Di Nusantara

Machsus menjelaskan bahwa Harvard University memiliki dana abadi yang dikelola oleh Harvard Management Company (HMC), sebuah perusahaan investasi yang sejak didirikan tahun 1974 mengelola dana abadi (endowment fund) dengan menginvestasikannya pada berbagai sektor keuangan dan sektor riil yang prospektif.

Hasil investasinya tersebut, menurut Machsus, selanjutnya dijadikan dana operasional dan pengembangan Harvard University pada tahun fiskal berikutnya sehingga sekarang telah memberikan kontribusi untuk memenuhi sebesar 37% dari total kebutuhan operasional tahunan dari salah satu universitas terbaik dunia itu.

Berdasarkan laporan keuangan tahun fiskal 2020 diketahui bahwa Harvard University memiliki jumlah dana abadi terbesar yang mencapai 40.39 US$ Milyar, atau sekitar Rp 600 triliun. Pendapatan operasional Harvard University terbesar bersumber dari hasil investasi dana abadi, yaitu sebesar 37 persen. Sisanya diperoleh dari beberapa sumber, antara lain: student income, sponsored support, gifts current use, dan sumber lainnya.

Postur pendapatan operasional Harvard University ini dapat dijadikan benchmark bagi ITS maupun PTNBH lainnya untuk mencapai target sebagai world class university.
Jika jumlah dana abadi Harvard University sudah mencapai sekitar Rp 600 triliun, sementara Dana Abadi ITS masih sekitar Rp. 6 miliar, namun demikian kita optimis pertumbuhan dan capaian Dana Abadi ITS akan meningkat secara eksponensial.

Untuk itu, program pengembangan Dana Abadi ITS membutuhkan dukungan dari semua pihak yang peduli pendidikan di Indonesia, terutama bagi Para Alumni ITS. Bakti alumni terhadap almamater, akan menghantarkan ITS raih impian menuju world class university.

Riris Septi Arimbi, sekali Tim ITS lebih lanjut memberikan petunjuk cara mudah berdonasi, yaitu sebagai berikut: “kita tinggal mencoba atau memulai dengan KLIK url: https://www.its.ac.id/ atau http://danaabadi.its.ac.id/web/, maka proses transaksi donasi tak butuh waktu lama,” tutur Riris Septi Arimbi. (Red)

Risalah Kebenaran

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan

To Top