Connect with us

Menteri Desa Minta BUMDesa Tidak Bersaing Dengan Usaha Warga

Foto: Menteri Desa PDDT Dalam Acara Kunjungannya Di Desa Kendal Kec. Sekaran, Kabupaten Lamongan

Birokrasi

Menteri Desa Minta BUMDesa Tidak Bersaing Dengan Usaha Warga

LAMONGAN (galaksi.Id)– Kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Halim Iskandar, di Lamongan hari ini, 05/06/2021, membuat 2 pernyataan menarik dalam suatu forum dialog dengan dengan Pemerintah Desa Kendal, Pengurus BUMDesa, dan warga desa setempat.

Pernyataan menarik Pertama yang disampaikan Gus Menteri (panggilan akrabnya) adalah berkenaan dengan komitmennya untuk menaikkan honor tenaga Pendamping Lokal Desa (PLD).

Komitmen tersebut didasarkan pada keyakinan menteri bahwa PLD dinilai memiliki peran penting dalam mendukung Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), terutama dalam mengawal penyaluran Dana Desa (DD).

“semua sebagai bentuk apresiasi atas kinerja PLD secara nasional,” tegas Gus Menteri dalam acara tersebut.

Menteri juga meminta dukungan kepada semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan program survei pendataan Sustainble Development Goal’s (SDGs) Desa yang di gagas oleh pihaknya di Kemendes, mencakup 74.517 Desa se-Indonesia, serta 919 Desa berstatus Nagari di Sumatra Barat.

Menurut Gus Menteri, bilamana Survei data SDGs Desa berhasil dengan baik akan menjadi Big Data Nasional yang bisa digunakan semua sektor alias multisector dan bermanfaat untuk mencegah data ganda serta data yang tidak valid.

Dalam kesempatan itu Gus Menteri juga meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam menjalankan usahanya tidak bersaing dengan Usaha Warga. Menurut Menteri, BUMDesa justru harus mampu bersinergi dengan usaha warga dan berperan sebagai konsolidator dan pendorong dalam menggerakkan perekonomian lokal di desa.

“BUMDesa jangan sampai menjadi kompetitor usaha warga Desa. Mesti menjadi trigger dan motor penggerak, inisiator dan motivator usaha warga desa,” tegas mantan Ketua DPRD Provinsi Jatim ini.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi menyatakan apresiasinya atas kehadiran Menteri Desa PDTT di Lamongan karena telah berkenan turun langsung memantau kondisi Desa.

Baca juga  Menteri Desa Kunjungi Lamongan, pantau Kinerja Pemerintah Desa dan BUMDesa

“Alhamdulillah Gus Menteri Desa sudah berkenan meninjau jauh kepelosok Desa Kendal Dan memantau keberadaan BUMDesa disini,” kata Yuhronur pada kesempatan sama.

Bupati berharap BUMdesa yang terdapat di Kab. Lamongan diharapkan bisa bersinergi dengan program-program Pemkab Lamongan khususnya Bela Beli produk asli Lamongan agar ekonomi Lokal bisa bergerak di masa pandemi Covid-19.

Keadaan haru dan sekaligus bangga juga melingkupi Kepala Desa Kendal, Rois Purwo Nugroho. Pihaknya mengaku tidak pernah menyangka desanya akan kedatangan menteri sehingga Kepala Desa Kendal merasa sangat bangga dan terharu serasa dilimpahi berkah.

“Kami sama sekali tidak menyangka Gus Menteri bisa datang berkunjung langsung ke pelosok desa pinggiran Kab. Lamongan. Kehadiran menteri ke pelosok meneguhkan jargon Pak President Jokowi, Membangun Indonesia dari pinggiran terbukti nyata,” kata Rois kepada awak media ini dengan rasa haru.

Seperti diketahui, Menteri Desa PDTT berserta rombongan berkunjung ke Desa Kendal Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan untuk meninjau BUMDesa serta Taman Wisata Bahagia Mahoni, dan melakukan dialog dengan pemerintah desa, pengurus BUMDesa, serta warga desa setempat. (Red).

Risalah Kebenaran

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Birokrasi

To Top