{"id":1535,"date":"2021-06-17T23:16:25","date_gmt":"2021-06-17T16:16:25","guid":{"rendered":"https:\/\/galaksi.id\/?p=1535"},"modified":"2021-06-17T23:16:25","modified_gmt":"2021-06-17T16:16:25","slug":"lantik-prof-laode-sebagai-rektor-pertama-uici-mpt-kahmi-uici-kampus-budaya-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/galaksi.id\/lantik-prof-laode-sebagai-rektor-pertama-uici-mpt-kahmi-uici-kampus-budaya-digital\/","title":{"rendered":"Lantik Prof Laode Sebagai Rektor Pertama UICI, MPT KAHMI: UICI Kampus Budaya Digital"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>JAKARTA (galaksi.id)<\/strong>&#8211; Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPT KAHMI), Prof. Dr Harry Azhar Aziz didampingi Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Viva Yoga Mauladi melantik Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc, M.Eng sebagai rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) periode 2021 \u2013 2025 pada Kamis (17\/06\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harry Azhar Aziz mengatakan lahirnya UICI ini adalah bagian dari cita \u2013 cita kemerdekaan Indonesia, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga UICI diharapkan dapat menjadi salah satu role model dalam membantu mencerdaskan masyarakat indonesia di era digital ini. Karena dengan digital lah akses pendidikan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat baik dari pelosok tanah air hingga perkotaan. Sepanjang terakses dengan jaringan internet.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kehadiran UICI secara momentum sangat tepat, karena hadir di era new normal. Dimana cara kerja dan komunikasi menggunakan digital way. Untuk itu, UICI ditantang untuk ikut dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa. KAHMI punya tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT, dan itu tidak bisa tidak harus melalui pendidikan \u201d ungkap Harry Azhar Aziz.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UICI sendiri merupakan perguruan tinggi yang bernaung di bawah organisasi perkumpulan KAHMI dan dalam penyelenggaraannya dibawah Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI yang saat ini berjumlah 12 orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk izin operasional UICI telah diserahkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 30 Desember 2020 sehingga pada tanggal 30 Desember inilah merupakan hari kelahirannya UICI. Sedangkan kampus UICI sendiri akan berada di Kawasan Rasuna Said Jakarta. Untuk workshop perkuliahan, lab robotic, dan pengembangan sistem dilaksanakan di kampus 2 yakni Gedung Graha Insan Cita (GIC) yang berada di jl. Lafran Pane no 100, Sukmajaya, Depok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLokasi kampus di Rasuna Said ini dipilih karena akses yang relative mudah terjangkau dan berada di Kawasan segi tiga emas Jakarta,\u201d Ungkap Subandriyo Sekretaris MPT KAHMI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Subandriyo juga mengungkapkan bahwa grand launching UICI direncanakan pada minggu ketiga bulan Juli 2021 bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa. Mengenai sistem, website, dan lain \u2013 lain sedang disiapkan untuk Juli ini mengudara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan Koordinator Presidium MN KAHMI, Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa UICI adalah perguruan tinggi yang lahir dari rahim keluarga besar HMI. Ia mengajak seluruh anggota KAHMI untuk mendukung berdirinya UICI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita sama sama berikhtiar agar UICI ini benar benar menjadi kampus berbasis digital yang dapat menjawab tantangan zaman. Apa yang kita bangun hari ini akan menentukan masa depan umat dan bangsa. Maka saya mengajak semua keluarga besar HMI, KAHMI turut mendukung pendirian dan penyelenggaraan UICI,\u201d imbuh Viva Yoga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu Prof Laode menyampaikan bahwa UICI dalam penyelenggaraan pendidikannya akan fokus mengembangkan sistem pendidikan berbasis budaya digital (digital culture) dengan metode Digital Simulator Teaching learning System (DSTLS).<br>Metode ini akan mengintegrasikan Learning Management System (LMS) yang saat ini populer di Indonesia dengan Simulator Learning System (SLS), dan didukung oleh teknologi Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR), paket pengembangan wawasan keislaman dan keindonesiaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDSTLS yang dikembangkan UICI ini adalah inovasi dalam dunia pendidikan. Dengan sistem ini, mahasiswa bisa kuliah interaktif dengan dosen dimana saja, kapan saja dan dengan device apapun,\u201d ungkap Prof Laode.<br>Prof Laode yang mempunyai pengalaman dua kali menjabat rektor di perguruan tinggi swasta itu yakin bisa membawa UICI menjadi universitas yang unggul dan diperhitungkan.<br>\u201cTarget kita di penerimaan mahasiswa pertama ini adalah 3.000 mahasiswa. Kita punya captive market keluarga besar HMI,\u201d tambahnya optimis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menambahkan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun perdana ini dibuka pada awal Juli 2021. UICI membuka 4 jurusan, yakni Bisnis Digital, Informatika, Sains Data, dan Komunikasi Digital. Semua jurusan ini diproyeksi sesuai dengan kebutuhan zaman.<br>Sebelumnya, pendirian UICI mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dukungan itu disampaikan saat Rakornas KAHMI pada 15 Januari 2021.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni akan memperkaya inovasi pendidikan tinggi kita. Inovasi-inovasi seperti ini yang harus banyak dilakukan agar kita mampu memenangkan kompetisi global yang semakin ketat dan sengit,\u201d ungkap Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Rakornas KAHMI saat itu. (Red).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA (galaksi.id)&#8211; Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPT KAHMI), Prof. Dr Harry Azhar Aziz didampingi Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Viva Yoga Mauladi melantik Prof. Dr. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc, M.Eng sebagai rektor Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) periode 2021 \u2013 2025 pada Kamis (17\/06\/2021). Harry Azhar Aziz mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[198,391],"class_list":["post-1535","post","type-post","status-publish","format-standard","category-pendidikan","tag-kahmi-bentukkampus-uici","tag-pilkades-poteran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/1535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=1535"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/1535\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=1535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=1535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=1535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}