{"id":4796,"date":"2024-02-27T22:11:26","date_gmt":"2024-02-27T15:11:26","guid":{"rendered":"https:\/\/galaksi.id\/?p=4796"},"modified":"2024-05-04T23:33:19","modified_gmt":"2024-05-04T16:33:19","slug":"diduga-cemburu-sejumlah-pria-asal-desa-aeng-tong-tong-keroyok-seorang-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/galaksi.id\/diduga-cemburu-sejumlah-pria-asal-desa-aeng-tong-tong-keroyok-seorang-pemuda\/","title":{"rendered":"Diduga cemburu, sejumlah Pria Asal Desa Aeng Tong- Tong Keroyok seorang Pemuda!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SUMENEP, galaksi.i<\/strong>d,- Nasib na&#8217;as menimpa AG (inisial). Pemuda warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep ini dipukul oleh sejumlah pria dewasa asal Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 26\/02\/2024 sekira pukul 20.40 di salah satu kafe di Jl. Raya Bluto Desa Bluto Kec. Bluto Kab. Sumenep Madura Jawa Timur, ketika AG sedang menunggu pesanan bersama putri kecilnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa saat kemudian tiba-tiba datang sebuah mobil warnah putih dan kemudian beberapa orang turun dari mobil dan langsung mendatangi korban dan tanpa basa-basi langsung memukulinya secara bergiliran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aksi kekerasan ini sontak membuat putri kecil korban menangis histeris hingga membuat korban tak bisa membela diri karena panik melindungi putri kecilnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan keterangan saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP) yang identitasnya tidak mau diungkap oleh media mengatakan aksi kekerasan ini diduga karena salah satu dari 6 pria tersebut cemburu kepada korban karena duduknya bersebelahan dengan seorang wanita pesinden asal Desa Tana Merah inisial LS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus ini langsung ditangani oleh petugas kepolisian setempat Polsek Bluto seketika waktu itu juga, yaitu mendatangi tempat kejadian, membawa korban dan semua pelaku ke Mapolsek Bluto untuk dilakukan pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, setelah dilakukan Pemeriksaan petugas kepolisian melepaskan semua pelaku bak tak terjadi apa-apa. Sikap kepolisian ini pun memantik reaksi keras dari Kurniadi, Pengacara Korban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengacara yang populer dengan julukan Raja Hantu ini mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan kepada penyidik terkait sikap ramahnya terhadap pelaku kekerasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Besok saya akan minta penjelasan kepada penyidik kenapa sangat sungkan kepada terduga pelaku ini!&#8221;, Tegas Kurniadi melalui sambungan telpon selulernya (27\/02).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Kurniadi, terduga pelaku seharusnya tidak dilepas begitu saja karena merupakan tindak pidana tangkap tangan dan dilakukan dengan menggunakan tenaga bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, hingga berita ini tayang, pihak Polsek Bluto belum bisa dimintai keterangan oleh awak media terkait kasus ini. (MUK\/Red).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMENEP, galaksi.id,- Nasib na&#8217;as menimpa AG (inisial). Pemuda warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep ini dipukul oleh sejumlah pria dewasa asal Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 26\/02\/2024 sekira pukul 20.40 di salah satu kafe di Jl. Raya Bluto Desa Bluto Kec. Bluto [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":4681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,1],"tags":[673,357,674],"class_list":["post-4796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-hukum","category-sorotan","tag-kekerasan","tag-penganiayaan","tag-polsek-bluto"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/media\/4681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}