{"id":5489,"date":"2026-02-17T19:58:49","date_gmt":"2026-02-17T12:58:49","guid":{"rendered":"https:\/\/galaksi.id\/?p=5489"},"modified":"2026-02-17T20:00:33","modified_gmt":"2026-02-17T13:00:33","slug":"menjemput-ramadhan-dengan-nyalase-raudlatul-ulum-satukan-doa-dan-kebersamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/galaksi.id\/menjemput-ramadhan-dengan-nyalase-raudlatul-ulum-satukan-doa-dan-kebersamaan\/","title":{"rendered":"\u200eMenjemput Ramadhan dengan Nyalase, Raudlatul Ulum Satukan Doa dan Kebersamaan\u200e"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SUMENEP, galaksi.id<\/strong>&#8211; Keluarga besar LPI Raudlatul Ulum bersama warga menggelar tradisi nyalase dan haul majemuk di kompleks pemakaman RT 003 Kampung Biyan, Desa Kapedi Kec. Bluto Kab. Sumenep, Selasa (17\/2\/2026).<br>\u200e<br>\u200eKegiatan tersebut dihadiri sekitar \u00b1300 jamaah yang terdiri dari masyayikh, asatidz-ustadzat, santri, alumni, serta masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.<br>\u200e<br>\u200eSejak pukul 08.00 WIB, jamaah mengikuti rangkaian tiga kali khatmil Qur\u2019an hingga menjelang Dzuhur. Lantunan ayat suci Al-Qur\u2019an menggema khidmat di area pemakaman, menciptakan suasana religius yang sarat makna.<br>\u200e<br>\u200eMemasuki sore hari, agenda dilanjutkan dengan tawassul, pembacaan Surah Yasin, dan tahlil bersama mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Momentum ini tidak hanya menjadi ruang untuk mendoakan para leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahmi antara pesantren dan masyarakat.<br>\u200e<br>\u200eDirektur LPI Raudlatul Ulum, Ra Hanif, menegaskan bahwa nyalase bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari proses pendidikan spiritual yang tumbuh bersama masyarakat.<br>\u200e<br>\u200e\u201cNyalase ini bukan hanya soal ziarah, tapi membangun kesadaran bahwa ilmu, ibadah, dan kehidupan sosial harus berjalan bersama. Pesantren hadir untuk masyarakat, dan masyarakat adalah bagian dari pesantren,\u201d ujarnya<br>\u200e<br>\u200ePelaksana lapangan kegiatan, Ust. Fajar Maulana, menyebut partisipasi warga menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.<br>\u200e<br>\u200e\u201cAlhamdulillah, dari tahun ke tahun jamaah semakin antusias. Ini tanda bahwa tradisi keagamaan yang dikemas dengan kebersamaan selalu dirindukan masyarakat,\u201d katanya.<br>\u200e<br>\u200eSementara itu, H. Lukman Hakim dari unsur yayasan menilai tradisi nyalase memiliki dimensi sosial yang kuat dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.<br>\u200e<br>\u200e\u201cKami melihat tradisi ini bukan hanya ibadah, tapi juga investasi sosial. Kebersamaan seperti ini memperkuat solidaritas, sekaligus menjadi identitas religius masyarakat,\u201d tuturnya.<br>\u200e<br>\u200eDengan semangat kebersamaan tersebut, tradisi nyalase diharapkan terus menjadi penguat nilai spiritual dan sosial, sekaligus menjadi pengantar menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kebersamaan. (Fandi\/Red)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUMENEP, galaksi.id&#8211; Keluarga besar LPI Raudlatul Ulum bersama warga menggelar tradisi nyalase dan haul majemuk di kompleks pemakaman RT 003 Kampung Biyan, Desa Kapedi Kec. Bluto Kab. Sumenep, Selasa (17\/2\/2026).\u200e\u200eKegiatan tersebut dihadiri sekitar \u00b1300 jamaah yang terdiri dari masyayikh, asatidz-ustadzat, santri, alumni, serta masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.\u200e\u200eSejak pukul 08.00 WIB, jamaah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5490,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-5489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=5489"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5492,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5489\/revisions\/5492"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/media\/5490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=5489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=5489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/galaksi.id\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=5489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}