Connect with us

    Birokrasi

    Penasaran Desa Juara dalam Lomba Desa, Ramli: Yang Terpenting Bukan Siapa Juaranya, Tapi Bagaimana Efeknya Ke Depan

    Moh. Ramli., S.Sos., MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Sumenep
    Moh. Ramli., S.Sos., MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Sumenep
    Spread the love

    SUMENEP (galaksi.id)– Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang dalam hal ini dikomandani oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), menyelenggarakan Lomba Desa/Kelurahan se-Kabupaten Sumenep yang sudah diselenggarakan sejak tanggal 16 Maret s/d tanggal 08 April 2021 terhadap 6 desa terbaik di kecamatan masing-masing.

    Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sumenep, Moh. Ramli., S.Sos., M.Si., lomba tersebut diselenggarakan selain sebagai evaluasi korektif untuk mengukur kemajuan desa di kabupaten Sumenep, juga untuk menjaring Desa/Kelurahan Terbaik di Kabupten Sumenep yang akan dijagokan diperlombaan desa tingkat provinsi se-Jawa Timur.

    Menurut Ramli, Desa/kelurahan yang masuk 6 besar adalah : (1) Desa Rubaru Kec. Rubaru, (2) Desa Kambingan Barat Kec. Lenteng, (3) Desa Pasongsongan Kec. Pasongsongan, (4) Desa Pabian Kec. Kota Sumenep, (5) Desa Lobuk Kec. Bluto, dan (6) Desa Nyabakan Barat Kec. Batang-Batang.

    Lebih lanjut Ramli menjelaskan bahwa 6 desa tersebut telah selesai dilakukan seleksi oleh 9 orang Tim Juri yang terdiri dari lintas OPD, yakni DPMD, Unsur TP-PKK, Dinkes, Diknas, Kesbangpol, Unsur Akademisi, dan Praktisi Hukum, untuk selanjutnya akan ditentukan Juara-1, 2,3, Harapan-1, 2 dan Juara Harapan-3.

    Kendati demikian, tentang desa mana yg menjadi Juara-1, Ramli mengaku belum mengetahui secara pasti karena pihaknya belum memperoleh Berita Acara Penentuan Tim Juri terhadap 6 desa tersebut.

    “Siapa yang juara tidak terlalalu penting ya. Karena hanya soal waktu dan pasti segera kita umumkan pemenangnya,” ucap Ramli melalui sambungan telpon kepada awak media ini (16/04).

    Yang terpenting menurut Ramli, pasca dilaksanakannya lomba, desa-desa menjadi lebih termotivasi melakukan evaluasi dan menindaklanjutinya dengan melakukan pembenahan-pembenahan terhadap pelaksanaan pemerintahan di desa masing-masing. Pasalnya, makna Substantif pelaksanaan lomba diproyeksikan sebagai bahan evaluasi bagi pemerintahan desa agar menjadi lebih maju ke depan.

    Disinggung mengenai apa saja yang menjadi indikator penilaian untuk menentukan suatu desa maju, Ramli menyebutnya indikatornya ribuan akan tetapi secara garis besar penilaian dilakukan terhadap 3 aspek, yakni Pemerintahan, Kewilayahan, dan Kemasyarakatan.

    Bagi, Ramli, Desa Juara bukan hanya desa yang bagus Adminitrasi pemerintahannya, melainkan desa yang juga harus mampu melakukan kreasi dan inovasi dalam upaya mengantarkan pada tujuan pemerintahan sesuai dengan visi-misi kepala desanya.

    Artinya, kata Ramli, Desa tidak sekadar membangun, tetapi pembangunan yang dilaksanakan harus memiliki relevansi dengan visi-misinya, dan sinergis dengan isu-isu kebijakan kabupaten, Propinsi dan bahkan nasional. (Red).

    Newsletter Signup

    Comments

    Kunjungi 328 Kades se-Sumenep, Kurniadi Sebut Puan Maharani Tipu Rakyat

    Politik

    Raih Juara 4 Desa Terbaik Tingkat Propinsi, Thabrani: Desa Lobuk Akan Jadi Kiblat Percontohan Desa Membangun;

    Birokrasi

    Terkait Gaduh Paripurna, YLBH-Madura Tuding Pimpinan DPRD Sumenep Tak Memiliki Kapasitas

    Birokrasi

    Dua Tahun Bekerja Keras Membina Desa, DPMD Berhasil Bebaskan Sumenep Dari Desa Tertinggal

    Birokrasi

    Advertisement
    Newsletter Signup