Connect with us

    Hukum

    Sambut Tantangan Taruhan 1 Milyar, LAPDAP Madura Gelar Penggalangan Koin

    Achmad Wafi (LAPDAP-Madura)
    Spread the love

    SUMENEP (galaksi.id)– Tantangan taruhan uang sebesar Rp. 1 Milyar yang hanya dapat dilawan dengan Rp. 100 juta yang diajukan oleh Ketua Fraksi PDI-P Sumenep kepada warga, terus menarik perhatian warga, termasuk tidak terbatas aktivis Organisasi Non Pemerintah (Ornop).

    Salah satunya adalah Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik (LAPDAP) Madura.

    Lembaga Swadaya Masyarakat yang memberikan perhatiannya pada isu-isu politik dan anggaran ini akan melakukan aksi penggalangan koin dari warga dalam seminggu ke depan yang akan dimulai besok, Selasa, 08/02/2022.

    Hal itu dikatakan Acmad Wafi, Divisi Pemberdayaan Politik pada LAPDAP-Madura tersebut.

    Menurut Wafi (panggilan akrabnya), kegiatan aksi penggalangan koin tersebut untuk menjawab tantangan Bendahara Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P), H. Zainal Arifin, yang juga merupakan Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Kab. Sumenep.

    Dikatakan Wafi, aksi penggalangan koin tersebut akan dilakukan di sejumlah titik, baik di perempatan-perempatan jalan, maupun di pasar-pasar rakyat.

    “Nanti kita akan menerjunkan tim di sejumlah titik, antara lain di beberapa lampu merah dan pasar-pasar rakyat”, Ujar Wafi kepada wartawan melaui sambungan telponnya (07/02).

    Lebihlanjut dikatakan Wafi, bahwa aksi yang akan dilancarkannya tersebut termasuk dari pemberdayaan politik yaitu untuk menggugah kesadaran politik rakyat mengenai pentingnya kualitas wakil rakyat diparlemen.

    Menurut Wafi, tantangan taruhan uang oleh anggota DPRD, apalagi merupakan petinggi partai yakni PDI-P tersebut merupakan fenomena politik yang mengejutkan karena dengan secara telanjang bulat telah memperlihatkan rendahnya kualitas kader-kader politik PDI-P di Sumenep, yang nota bene merupakan partai pemenang.

    Yang mengenaskan, kata Wafi, pihak menantang taruhan uang ini adalah partai pemenang. Sehingga partai pemenang dengan kualitas buruk tersebut dinilai sangat membahayakan bagi kelangsungan pemerintahan yang bersih ke masa depan (Eva/Red).

    Newsletter Signup

    Comments

    Advertisement
    Newsletter Signup