Connect with us

    Politik

    Kunjungi 328 Kades se-Sumenep, Kurniadi Sebut Puan Maharani Tipu Rakyat

    Foto : Kurniadi, SH (Kuasa Hukum Ahmad Rasyidi)
    Spread the love

    Sumenep (galaksi.id)– Kunjungan kerja (Kungker) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) ke Kabupaten Sumenep, Dr. (Hc) Puan Maharani, S.Sos., hari ini, Kamis, 03/03/2022, memperoleh kritik pedas dari banyak pihak. Baik dari kalangan Kepala Desa, maupun Aktivis Pro-demokrasi (Prodem).

    Sejumlah Kepala Desa, terutama yang berasal dan/atau yang datang jauh-jauh dari Kepulauan, menyatakan kekecewaannya terhadap acara Puan tersebut.

    Pasalnya, acara pertemuan dengan Kepala Desa tersebut sangat jauh dari ekspektasi. Antara lain waktunya berlangsung sangat pendek, yaitu sekitar 15 menitan, itupun hanya dipakai dan dimonopoli oleh Puan untuk berbicara.

    Sedangkan pihak Kepala Desa tidak diberi ruang untuk menyampaikan informasi dan aspirasi terkait dengan problematika yang dialami Kepala Desa dalam menjalankan pemerintahan desa.

    Selain itu, yang disesalkan Kepala Desa juga mencakup materi yang disampaikan, yaitu hanya menyampaikan mengenai i’tikatnya Puan untuk membantu Kepala Desa yaitu berupa akan segera menaikkan kembali Dana Desa (DD).

    “Tidak ada tanya jawab, mas. Kami hanya mendengar ibu Puan berbicara palingan hanya 10 menit. Isinya ibu Puan berjanji akan segera menaikkan DD,” Ungkap Kepala Desa yang hadir dalam acara tersebut yang identitasnya minta untuk tidak diungkap oleh wartawan.

    Selain disesalkan oleh kalangan Kepala Desa, acara Puan juga memperoleh kritik pedas dari Kurniadi, mantan aktivis mahasiswa Prodemokrasi (Prodem), yang saat ini juga dikenal dengan julukan Raja Hantu.

    Menurut Kurniadi, bila benar kunjungan kerja Puan tersebut merupakan kunjungan resmi, sedangkan isi acaranya hanya penyampaian i’tikatnya untuk membantu Kepala Desa, merupakan kegiatan yang tidak relevan untuk disebut Acara kedinasan, melainkan merupakan acara politik pribadi Puan untuk mencari pengaruh dari kalangan Kepala Desa di Sumenep menjelang Pilpres 2024 mendatang.

    Tidak tanggung-tanggung, Kurniadi mencurigai Puan telah melakukan tindakan penyalahgunaan jabatan dan secara politik merupakan tindakan tipu-tipu kepada Rakyat Sumenep.

    Dikatakan Kurniadi, kalau kegiatan tersebut merupakan Kungker (Kunjungan Kerja) Puan sebagai Ketua DPR-RI, seharusnya Puan lebih memberikan ruang kepada Kepala Desa untuk menyampaikan berbagai permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa.

    “Ya kalau isi acaranya begitu, itu kan sama saja Puan sudah curi start kampanye Pilpres. Itu penyalahgunaan jabatan dan tipu-tipu rakyat, mas,” Tulis Kurniadi pendek kepada wartawan sambil tertawa haa.. hee… melalu chatt Whats’App (03/03).

    Diberitakan oleh beberapa media, salah satu acara kunjungan Puan ke Sumenep adalah untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah Kepala Desa, yang berdasarkan susunan acara, mengundang 328 Kepala Desa se-Kabupaten Sumenep yang ditempatkan di gedung Islamic Center Bindara Saod Jl. Raya Lenteng Batuan Kabupaten Sumenep.

    Kendati demikian, hingga berita ini tayang, Puan Maharani belum dapat dimintai keterangan terkait kunjungan kerjanya tersebut. (Eva/Red).

    Newsletter Signup

    Comments

    Terkait Gaduh Paripurna, YLBH-Madura Tuding Pimpinan DPRD Sumenep Tak Memiliki Kapasitas

    Birokrasi

    YLBH-Madura Minta Bupati Sumenep Membuat 14 Peraturan Bupati Yang Diperintahkan Pembentukannya oleh Peraturan Perundang-Undangan

    Birokrasi

    Pekerja Meninggal Karena Covid-19, Hak-Hak Ketenagakerjaannya Ditahan Oleh Perusahaannya

    Hukum

    Moh. Ramli., S.Sos., MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Sumenep Moh. Ramli., S.Sos., MSi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Sumenep

    Penasaran Desa Juara dalam Lomba Desa, Ramli: Yang Terpenting Bukan Siapa Juaranya, Tapi Bagaimana Efeknya Ke Depan

    Birokrasi

    Advertisement
    Newsletter Signup