‎Banner ‘Bupati Lagi Sakit’ Jadi Polemik, Warga Sebut Diminta Diturunkan‎

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read
‎Banner 'Bupati Lagi Sakit' Jadi Polemik, Warga Sebut Diminta Diturunkan‎ (Ilustrasi)
Foto : Banner Bupati Lagi Sakit

SUMENEP, galaksi.id,- Banner bertuliskan “Amal Perbaikan Jalan Kabupaten, Karena Bupatinya Lagi Sakit” yang dipasang warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, saat aksi swadaya memperbaiki jalan Kabupaten, memicu polemik.

‎Sejumlah warga mengaku Penjabat (Pj) Kepala Desa Kapedi menelepon salah satu warga dan warga yang ditelepon tersebut sedang berada dilokasi pengerjaan jalan, sehingga banyak yang mendengar obrolan permintaan tersebut dan meminta agar banner tersebut diturunkan. Namun hingga kini, banner itu masih terpasang.

‎”Pak Pj Kades meminta banner itu diturunkan, itu karena ada arahan dari kecamatan, bahkan disebut berasal dari instruksi Pak Wakil Bupati,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (10/072026).

‎Banner tersebut dipasang warga sebagai bentuk kritik atas lambannya penanganan ruas jalan Kabupaten penghubung Dusun Aeng Pa’ak dan Dusun Sareng. Bersamaan dengan itu, warga juga menggalang dana dan bergotong-royong menambal jalan yang rusak.

‎Saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Penjabat (Pj) Kepala Desa Kapedi membantah bahwa dirinya meminta penurunan banner karena adanya perintah dari Kecamatan Bluto maupun instruksi Wakil Bupati.

‎Ia menjelaskan, permintaan dia hanya untuk menyampaikan permohonan secara persuasif, jika memungkinkan, banner tersebut dapat diturunkan. Menurutnya, ruas jalan yang dikerjakan warga secara swadaya tersebut telah masuk dalam program pemerintah daerah dan telah dianggarkan untuk direalisasikan.

‎”Tidak benar, saya tidak pernah menyampaikan ada perintah dari kecamatan atau instruksi dari Pak Wakil Bupati. Saya hanya meminta, kalau bisa banner itu diturunkan karena jalan tersebut sudah dianggarkan dan akan segera direalisasikan,” ujar (Pj) Kepala Desa Kapedi Jumat (10/07/2026).

‎Hingga berita ini diterbitkan, banner tersebut masih terpasang di lokasi. Sementara itu, pihak Kecamatan Bluto maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan warga mengenai adanya arahan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Camat Bluto dan Wakil Bupati Sumenep. (Fan/Red)

- Advertisement -
Share This Article