‎Tolak Reklamasi! Laut Bukan Milik Korporasi, Warga Gersik Putih Hadang Excavator‎

hasip
By hasip
2 Min Read
‎Tolak Reklamasi! Laut Bukan Milik Korporasi, Warga Gersik Putih Hadang Excavator‎ (Ilustrasi)
Foto : Warga Tapakerbau Desa Gersik Putih Gapura Sumenep Hadang Excavator

SUMENEP, galaksi.id,- Kesabaran masyarakat Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, akhirnya mencapai batas. Warga yang tergabung dalam GEMA AKSI turun langsung ke lapangan dan menghadang alat berat (excavator) yang akan digunakan untuk proyek reklamasi berkedok tambak garam di pesisir Kampung Tapakerbau, Minggu (5/4/2026).

‎Aksi ini bukan tanpa alasan. Reklamasi yang dipaksakan di wilayah pesisir dinilai sebagai bentuk perampasan ruang hidup masyarakat demi kepentingan segelintir pihak.

‎Koordinator GEMA AKSI, Ahmad Sidik, dengan tegas menyatakan bahwa  reklamasi menjadi ancaman serius bagi masyarakat pesisir yang selama ini  menggantungkan hidupnya laut.

‎“Reklamasi ini adalah ancaman bagi kehidupan kami. Laut adalah sumber penghidupan masyarakat, dan kami tidak akan membiarkan reklamasi merusak ekosistem serta masa depan kami,” tegas Ahmad Sidik .

‎GEMA AKSI menilai, proyek reklamasi ini berpotensi menghancurkan ekosistem pesisir, mematikan mata pencaharian nelayan, serta mengusir masyarakat dari ruang hidupnya sendiri. Jika dibiarkan, ini adalah awal dari krisis sosial dan lingkungan di wilayah pesisir Sumenep.

‎Lebih dari itu, warga menilai pemerintah terkesan tutup mata terhadap penolakan masyarakat yang sudah berulang kali disuarakan melalui aksi protes dan demonstrasi. Namun, aktivitas di lapangan tetap berjalan seolah tidak ada perlawanan.

‎GEMA AKSI menyatakan tiga tuntutan dalam aksinya yaitu :
‎1. Menghentikan seluruh aktivitas reklamasi di pesisir Desa Gersik Putih.
‎2. Mengembalikan fungsi laut sebagaimana mestinya sebagai ruang hidup dan sumber mata pencaharian masyarakat.
‎3. Melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan wilayah pesisir.


‎Warga sudah berkali-kali menyampaikan penolakan. Namun hingga kini, pembangunan di pesisir tetap berjalan tanpa melibatkan masyarakat setempat, sehingga memicu kekecewaan karena aspirasi mereka diabaikan.

‎Melalui siaran pers ini, GEMA AKSI mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sipil, dan aktivis lingkungan untuk bersolidaritas menjaga pesisir dari kehancuran yang disengaja. (Fan/Red).

- Advertisement -
Share This Article