SUMENEP, galaksi.id,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumenep meminta pengelolaan mesin pengolah sampah di TPA Torbang, Kecamatan Batuan, yang menelan anggaran Rp2,8 miliar benar-benar dioptimalkan. Selain berfungsi mengurangi timbunan sampah, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, menegaskan bahwa investasi dengan nilai miliaran rupiah itu harus sejalan dengan peningkatan kinerja produksi.
“Tujuannya untuk mendukung pendapatan daerah. Karena itu, produksinya harus dimaksimalkan agar hasilnya benar-benar berdampak positif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan PAD tahun 2026 sebesar Rp198.460.000 dari pengolahan sampah di TPA Torbang. Target tersebut berasal dari penjualan refuse derived fuel (RDF) yang diproduksi dari sampah nonorganik.
“Target tahun ini Rp198.460.000 bisa masuk ke kas daerah. Kami optimistis bisa tercapai,” kata Anwar.
Ia menjelaskan, mesin tersebut mampu mengolah sekitar tujuh ton sampah dalam satu kali proses. Dari jumlah itu, sekitar dua ton menjadi produk olahan, terdiri dari satu ton material organik dan satu ton nonorganik. Sisanya berupa residu dan sampah basah.
Material nonorganik kemudian diolah menjadi RDF dan dipasarkan ke PT Solusi Bangun Indonesia. Pengiriman dilakukan setelah stok mencapai minimal 24 ton.
“Selama Januari hingga Februari 2026, stok RDF sudah lebih dari 50 ton dan siap dikirim,” jelasnya.
Harga RDF bergantung pada kualitas, terutama kadar air. Nilai jual tertinggi bisa mencapai sekitar Rp400 ribu per ton setelah melalui uji mutu dari pihak pembeli. Pembayaran dilakukan maksimal tiga bulan setelah pengiriman.
Meski memiliki potensi menambah PAD, Anwar menegaskan bahwa fokus utama pengoperasian mesin tetap pada pengurangan volume sampah di TPA.
“Yang terpenting adalah menekan penumpukan sampah agar volume yang masuk ke TPA terus berkurang,” tandasnya. (Fandi/Red)


