Mundur Setelah Terpilih Dari Presidium Kahmi Jatim, Kurniadi Nilai Ridwan Hisyam Frustasi dan Menghina Martabat Kahmi

Inthost
By Inthost
3 Min Read

SUMENEP (galaksi.id)– Musyawarah Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) V Jawa Timur (Jatim) yang dilaksanakan di Telaga Sarangan, kaki Gunung Lawu Kabupaten Magetan sudah berakhir pada Minggu (30/5/2021) yang lalu, kini mulai menyisakan masalah. Pasalnya, salah satu Calon Presedium yang telah Terpilih, atas nama Ridwan Hisyam, menyatakan mundur.

Ridwan Hisyam merupakan salah satu dari 7 Calon Presidium yang terpilih melalui pemungutan suara/voting, diantaranya adalah Edi Purwanto mendapat 25 suara, disusul Haruna Sumitro 23 suara, Ali Mufthi 22 suara, Agung Mulyono 21 suara, Ridwan Hisjam 21 suara, Bawon Adi Yithoni 20 suara, dan Agus Machfuz 17 suara.

Diberitakan oleh salah satu media online, obsessionnews.com., tanggal 30 Mei 2021, salah seorang dari anggota Presidium terpilih atas nama Moh. Ridwan Hisyam, politisi senior Partai Golkar, mengundurkan diri dari jabatan Presidium dengan alasan untuk memberi kesempatan kepada yang lebih muda.

“Ditemui di lokasi acara, politisi senior Partai Golkar itu menyatakan, ia mundur bukan karena Muswil KAHMI Jatim tidak sesuai AD/ART, melainkan karena ia ingin menyerahkan kepemimpinan KAHMI Jatim kepada yang lebih junior,” tulis media tersebut memuat alasan Ridwan Hisyam mundur.

Selain itu, politisi senior Partai Golkar itu menjelaskan mengenai alasannya maju di bursa pencalonan yaitu untuk menaikkan martabat KAHMI. Sebab, menurut Ridwan Hisyam, kehadirannya dalam bursa calon erat kaitannya dengan kapasitasnya yang sudah tinggi sehingga akan menaikkan martabat Kahmi.

“Ya saya katakan hari ini tidak ada istilah turun pangkat. Karena sebenarnya niat awal saya maju dalam Muswil ini karena ingin menjadikan Muswil ini lebih semarak, lebih hidup dan lebih terdengar suaranya dengan banyaknya kehadiran para tokoh,” demikian tulis media memuat pengakuan Ridwan Hisyam.

Sementara itu, Kurniadi, anggota KAHMI Sumenep, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Penasehat, menyesalkan alasan yang melatari mundurnya Ridwan Hisyam karena dinilainya justru merendahkan Martabat Kahmi.

Menurut Kurniadi, alasan mundur yang dikemukakan Ridwan Hisyam lebih menunjukkan rasa frustrasi daripada alasannya untuk memberi kesempatan kepada yang lebih junior.

Pasalnya, suara yang diperoleh Ridwan Hisyam tidak sebanding dengan pengakuannya yang merasa tokoh Papan Atas sehingga pihaknya merasa frustrasi.

Lebihlanjut Kurniadi menjelaskan bahwa kalau Ridwan Hisyam hanya bermaksud mewarnai proses politik-organisatoris di Kahmi, sepatutnya Ridwan Hisyam mundur sebelum dilakukan pemilihan atau pemungutan suara.

“Sepatutnya Mas Tatok mundur sebelum dilakukan pemungutan suara, ya. Jangan mundur setelah terpilih,” ujar Kurniadi menyebut nama Ridwan dengan panggilan akrabnya: Mas Tatok. (Eva/Red).

- Advertisement -
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan