Penemuan Mayat Bocah Usia 4 Tahun Di Sebuah Sumur Tua Diperoleh Melalui Petunjuk Tokoh Spiritual Kepada Kanit Intel Polsek Ambunten

Inthost
By Inthost
3 Min Read

SUMENEP, (galaksi.id) – Bocah Malang usia 4 tahun bernama Selvy Nur Indah Sari, perempuan, anak dari pasangan suami-istri bernama Abd.Ghani (alm) dan Hamidah, warga Dusun Tamba Agung, Desa Tamba Agung Ares, Kecamatan Ambunten, Sumenep, yang dilaporkan hilang oleh keluarganya, ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa pada 4 hari setelah dinyatakan hilang pada tanggal 18/04/2021.

Bocah Malang yang telah ditinggal pergi oleh Almarhum ayahandanya tersebut ditemukan pada pukul 12.00 WIB, pada hari Rabu, 21/04/2021 di sebuah lobang sumur tua yang terletak di Dusun Pandan desa setempat, yang jaraknya tidak kurang dari 4 kilometer dari rumah korban, dalam keadaan terbungkus karung.

Sebagaimana dilansir oleh salah satu media online di Sumenep, TransMadura.com, tayang pada hari ini, Jum’at,23/04/2021, merujuk pada keterangan Tim Kuasa Hukum Keluarga Korban, Syafrawi., SH., dkk, bocah Malang tersebut diduga menjadi korban pembunuhan oleh lebih dari satu orang pembunuh misterius. Perhiasan yang menempel ditubuh korban raib tak tersisa dari badannya.

Ketika dikonfirmasi oleh media ini, salah seorang Tim Kuasa Hukum an. Syafrawi., SH., menyatakan kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang dikarenakan antara lain karena antara Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke sumur tempat ditemukannya jenazah cukup jauh yakni diperkirakan tidak kurang dari 4 kilometer.

Selain itu, menurut Syafrawi, pada tubuh korban ditemukan beberapa alat yang dibuat untuk menyekap korban.

“Karena dari TKP penculikan korban ke tempat pemindahan akhir itu jaraknya agak jauh krg lbh 4 km, disamping itu juga melihat kondisi korban ketika ditemukan ada beberapa alat yg dibuat untuk menyekap korban shgga dugaan kuat kami ada pihak yg turut serta membantu dlm proses menghilangkan nyawa anak yg tidak berdosa itu,” Demikian tulis Syafrawi kepada awak media ini melalui chatt whats’App (23/04).

Kendati demikian, mengenai bagaimana kronologi ditemukannya jenazah korban, Syafwari meminta awak media ini untuk langsung wawancara dengan tim penyidik Polsek Ambunten.

Sementara itu, Kapolsek Ambunten, yang disampaikan melalui Kanit Reskrimnya, Slamet, menyatakan bahwa jenazah bocah tersebut pertama kali ditemukan oleh Kanit intel Polsek Ambunten.

Lebih lanjut Slamet (panggilan akrabnya) menerangkan kalau penemuan tersebut diperoleh Kanit intel melalui suatu petunjuk oleh seorang tokoh spritual yang mampu melihat hal-hal Ghaib, yang meskipun petunjuk tersebut tidak detail akan tetapi berkat kecerdasannya, sang Kanit dapat melakukan penelusuran kearah mana seharusnya ia mencari.

“Alhamdulillah, berkat kecerdasan Kanit Intel, keuletan serta dukungan warga, jenazah korban dapat segera ditemukan,” Ujar Kanit Slamat kepada awak media ini melalui sambungan telponnya. (23/04). (Red).

- Advertisement -
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan