‎BSPS 2026 Kembali Digelontor ke Sumenep, DPRD Ingatkan Jangan Ada Penyimpangan‎

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read
‎BSPS 2026 Kembali Digelontor ke Sumenep, DPRD Ingatkan Jangan Ada Penyimpangan‎ (Ilustrasi)
Foto : Wiwid Harjo Yudanto (Wakil Ketua Komisi III DPRD Kab. Sumenep)

‎SUMENEP, galaksi.id,– Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 kembali masuk ke Kabupaten Sumenep dengan total 570 unit rumah yang akan dibangun melalui dana APBN.
‎
‎Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Wiwid Harjo Yudanto mengingatkan agar pelaksanaan BSPS tahun ini tidak kembali memunculkan persoalan seperti yang terjadi pada 2024 lalu.
‎
‎Menurutnya, pengawasan program tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Seluruh tahapan, mulai dari pengusulan, pendataan penerima, verifikasi hingga pengerjaan fisik rumah harus diawasi ketat.
‎
‎“Program ini menyangkut hak masyarakat kecil. Karena itu pengawasannya tidak boleh longgar, apalagi hanya formalitas,” ujarnya.
‎
‎Ia menegaskan validitas data penerima harus dipastikan agar bantuan tidak salah sasaran.
‎
‎“Jangan sampai hanya nama yang masuk data, tetapi kondisi penerimanya tidak sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.
‎
‎Selain administrasi, Wiwid juga menyoroti kualitas bangunan rumah penerima BSPS agar sesuai spesifikasi dan standar layak huni.
‎
‎“Jangan sampai anggaran negara habis, tapi hasil bangunannya asal-asalan. Rumah yang dibangun harus benar-benar layak ditempati, bukan sekadar berdiri,” katanya.
‎
‎Ia bahkan menyindir hasil pembangunan sebelumnya yang dinilai jauh dari harapan.
‎
‎“Nanti malah seperti bangun gudang, bukan rumah. Itu artinya pengawasannya gagal,” sindirnya.
‎
‎Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya selesai di atas meja administrasi, melainkan harus sinkron dengan kondisi riil di lapangan.
‎
‎“Jangan hanya rapi di dokumen, tetapi fakta di lapangan berbeda. Program ini harus tepat sasaran dan tepat guna,” tandasnya.
‎
‎DPRD Sumenep, lanjut dia, akan ikut melakukan pengawasan agar pelaksanaan BSPS 2026 tidak kembali memunculkan isu bancakan proyek maupun dugaan penyimpangan. (Fan/Red).
‎

- Advertisement -
Share This Article