Ide Reaktivasi Kereta Api, Raja Hantu Sebut Bupati Sumenep Konyol

Inthost
By Inthost
2 Min Read

SUMENEP (galaksi.id)– Permintaan Bupati Sumenep kepada pemerintah pusat untuk mengaktifkan kembali landasan rel kereta api di Madura, memperoleh tanggapan serius dari Kurniadi.

Aktivis yang populer dengan julukan Raja Hantu ini menyatakan ide Bupati Sumenep tersebut konyol karena tidak ditunjang dengan adanya kajian hasil akademik yang menggambarkan adanya kebutuhan mendesak, baik dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Bahkan, kata Kurniadi, kebutuhan riil dan sangat mendesak bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep saja, seperti infrastruktur di wilayah kepulauan, Bupati Sumenep sangat abai, tidak peduli, dan bahkan berdarah dingin.

Menurut Kurniadi, kesulitan masyarakat terutama di kepulauan, adalah minusnya infrastruktur, mulai dari tidak adanya jaringan listrik, tidak ada signal internet, hingga infrastruktur jalan yang masih belum tersentuh. Belum lagi kalau dilihat dari sudut kebutuhan mendasar masyarakat atas sandang dan pangan.

Selain itu, situasi mendesak yang tidak dapat dituntaskan Bupati adalah fenomena kemiskinan dan rendahnya sumberdaya manusia, serta merosotnya potensi sumberdaya ekonomi di berbagai sektor. Mulai dari sektor pertanian, hingga anjloknya harga dan kualitas garam Sumenep.

Dikatakan Kurniadi, ide konyol Bupati Sumenep sesungguhnya mencerminkan rendahnya kapasitas Bupati, baik dari segi kemampuan tata kelola pemerintahan hingga nalar pikirnya yang sangat konvensional alias kolot.

Lebihlanjut Kurniadi mengatakan bahwa ide tersebut hanya trick rendahan Bupati Sumenep untuk kepentingan pencitraan dirinya seiring dengan rencana keberangkatannya menuju Jatim-2 atau Wakil Gubernur Jawa Timur dalam kontestasi politik 2024 mendatang.

“Ide reaktivasi kereta api merupakan cermin dari rendahnya kualitas Bupati Sumenep ya”, Terang Kurniadi kepada wartawan melalui sambungan telponnya (20/02).

Tidak itu saja, Kurniadi bahkan mengendus adanya kepentingan oligarki ekonomi dibalik wacana reaktivasi kereta api, yaitu kepentingan sejumlah taipan-taipan kotor yang hendak membajak sumberdaya APBN.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu, dalam pertemuannya dengan Menkopolhukam, Menteri Keuangan dan Ketua Banggar, Bupati Sumenep mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengaktifkan kembali rel kereta api di Madura. (Red).

- Advertisement -
Share This Article
Leave a comment

Tinggalkan Balasan