Terkait Viral Pelecehan Seksual Teller Bank, Aktivis Perempuan Sebut Tak Logis. Simak Alasannya!

JMN
By JMN
2 Min Read
Hermin Irawati., S.Pd.,M.Pd. (Mantan Aktivis Korps HMI-Wati)

SUMENEP (galaksi.id)– Perseteruan “ER” mantan Teller salah satu bank terkemuka di Madura dengan rekan kerjanya, “MS”, yang selanjutnya diviralkan dengan narasi-narasi kejahatan seksual, memperoleh perhatian serius dari mantan aktivis perempuan, Koprs-HMI-Wati (KOHATI), Hermin Erawati.,S.Pd., M.Pd.

Perempuan yang saat ini aktif mengajar sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Madura ini menyatakan aneh terhadap kasus tersebut.

Pasalnya, kata Ira (panggilan akrabnya), setelah pihaknya mencermati kronologi kejadiannya, kasus tersebut sama sekali tidak tampak adanya unsur pelecehan dan kekerasan seksual.

Hal itu, kata Ira, karena pada saat dan beberapa saat setelah kejadian, berdasarkan rekaman CCTV maupun bukti-bukti saksi, korban tidak memperlihatkan sikap-sikap khusus yang biasanya terjadi bagi setiap perempuan yang mengalami kekerasan seksual.

- Advertisement -
Slider Iklan A
Agustino Sulasno Arif Firmanto (plt) Hairil Fajar KPU

Dikatakan Ira, pelecehan seksual merupakan perbuatan yang tidak diinginkan karena menyebabkan ketidaknyamanan, menerbitkan rasa malu dan bahkan menciptakan trauma bagi korban karena batas terbawah dari seorang perempuan terlanggar, yaitu menyangkut martabat, harga diri dan kehormatan.

Lebihlanjut dikatakan Ira, melihat besarnya dampak pelecehan seksual, korban biasanya akan bereaksi keras dan spontan. Seperti marah, berteriak, mencak-mencak, bahkan bisa hingga menampar.

Ira yakin bahwa korban sebenarnya tidak merasa dilecehkan oleh perbuatan pelaku sebagaimana terbukti dari sikapnya yang tampak tidak bermusuhan dengan pelaku dan bahkan masih bergaul akrab sebagaimana mestinya.

“Logikanya, kalau itu pelecehan seksual, seharusnya korban bereaksi spontan ketika itu demi kehormatan”, Tulis Ira kepada wartawan melalui chatt aplikasi whats’App (05/02).

Lebihlanjut dikatakan Ira, sungguh pun korban menganggap peristiwa tersebut sebagai pelecehan seksual akan tetapi seharusnya tidak layak diviralkan oleh korban apalagi oleh suaminya sendiri karena menyangkut aib yang harus dilindungi. (Red).

- Advertisement -
Slider Iklan B
Komisioner KPU Anwar Syahroni Arif Firmanto (Kadis) Iklan Pamekasan
Share This Article
Leave a comment