Lebih Kaya dari Presiden Jokowi Hanya dalam Waktu 1 Tahun, Raja Hantu Minta KPK Selidiki Harta Kekayaan Said Abdullah!

JMN
By JMN
3 Min Read
Foto : Kurniadi Als. Raja Hantu (Aktivis YLBH-Madura)

SUMENEP, galaksi.id,- Dilansir oleh media Tribunpekanbaru.com, tayang tanggal 27 Maret 2023, Said Abdullah pada tahun 2021 berdasarkan e-LHKPN, memiliki kekayaan sebesar Rp. 84,5 Milyar.

Kekayaan Said Abdullah tersebut naik sebanyak 60% dari tahun 2020 sebelumnya, atau bertambah sebesar Rp. 32 Milyar, sehingga kekayaan Said Abdullah yang semula hanya sebesar Rp. 52 Milyar pada tahun 2020, kemudian menjadi Rp. 84,5 Milyar di tahun 2021.

Kenaikan harta kekayaan Said Abdullah tersebut dinilai fantastik karena langsung mengalahkan harta kekayaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sendiri yang hanya sebesar Rp. 71,4 milyar pada tahun 2021.

Padahal, pada tahun 2020 sebelumnya, Presiden Jokowi masih lebih kaya daripada Said Abdullah yaitu dengan jumlah kekayaan sebesar Rp. 63,6 Milyar, sedangkan kekayaan Said Abdullah hanya sebesar Rp. 52 Milyar.

- Advertisement -
Slider Iklan A
Agustino Sulasno Arif Firmanto (plt) Hairil Fajar KPU

Selain itu, tingkat kenaikan kekayaan Said Abdullah apabila dibandingkan dengan tingkat peningkatan kekayaan Presiden Jokowi juga sangat timpang, karena kekayaan Said Abdullah naik sebanyak 60% sedangkan kekayaan Presiden Jokowi hanya naik 12,36%.

Fenomena tersebut memicu timbulnya kecurigaan publik, antara lain aktivis hukum pada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura), Kurniadi SH.

Sosok aktivis yang juga populer dengan julukan Raja Hantu ini mengatakan bahwa kekayaan Said Abdullah tersebut patut diselidiki dan dicurigai lantaran tidak lumrah.

Dikatakan Kurniadi, kekayaan Said dinilai tidak lumrah antara lain karena peningkatannya terjadi pada saat Said Abdullah tersebut menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran atau BANGGAR di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yaitu sejak tahun 2019.

Selain itu, Kurniadi juga sangat meyakini kalau harta kekayaan Said Abdullah jauh lebih besar dari yang tercatat di LHKPN karena dalam kenyataannya jumlah dan nilai harta kekayaan Said yang dilaporkan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

“Saya yakin harta yang dilaporkan di e-LHKPN itu tidak seluruhnya benar, ya. Masih banyak harta kekayaan lainnya yang tidak dilaporkan”, Terang Kurniadi kepada wartawan melalui telpon selulernya (13/04).

Sementara itu, hingga berita ini tayang, media belum bisa memperoleh keterangan dari Said Abdullah. (Ady/Red).

- Advertisement -
Slider Iklan B
Komisioner KPU Anwar Syahroni Arif Firmanto (Kadis) Iklan Pamekasan
Share This Article
Leave a comment